Wafey Nafla. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan

KEPADA ANAK PEREMPUANKU



       Semoga DIA menjadikanmu manusia yang halus perasaannya sedemikian halus, hingga dapat kaurasakan derita orang-orang yang terlunta di lorong-lorong peradaban dan dapat kau jelang mereka dengan penuh kasih sayang karena mereka adalah bagian dari dirimu juga, perempuan.

       Semoga DIA menjadikanmu manusia yang tajam pemikirannya sedemikian tajam, hingga dapat kau pecahkan buih-buih kebencian yang meracuni pengetahuan dan jernihlah muara sejernih hulunya karena abadinya nilai-nilai kesempurnaan tak dapat digantungkan kepada apa pun lagi selain kepada bening cintamu, perempuan.

       Semoga DIA menjadikanmu manusia yang kuat sendirian sedemikian kuat, hingga ketika kau telah mampu hidup tanpa bergantung kau pun mampu memilih untuk seutuhnya tergantung kepada siapa pun yang dihadirkanNYA untukmu karena kau sadar bahwa kau memang tercipta untuk dinikahi, perempuan.

       Semoga DIA menjadikanmu manusia yang tinggi martabatnya sedemikian tinggi, hingga dapat kau rendahkan hatimu serendah-rendahnya dan tangguhlah azab bagi mereka yang belum ridho mengesakanNYA sungguh esalah sucimu hanya dengan DIA sebagai saksi karena kenyataanmu memanglah tersembunyi, perempuan.

       Semoga DIA menjadikanmu manusia yang dapat menahan pandangan sedemikian tahan, hingga ingatanmu kepadaNYA mampu menghanguskan setiap nafsu yang menyerang dari dalam dan luar dirimu dan menjadi cahaya lah wajahmu bagi pencari kebenaran serta hanya cadar hitam lah rupamu bagi pencari pembenaran karena hanya DIA lah yang kau jumpa dan hanya wajah NYA yang kau damba setiap kau temukan dirimu dalam cinta
dan..........

DIA lah hijab dihadapan siapa pun kau berada.
readmore »»  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Perjuangan Mulia

 
Awal mula dalam hidup ini adalah perjuangan. Dalam hal perjuangan ada banyak macam juga, baik dalam pergerakan riil maupun non riil. Pergerakan riil biasa dipandang banyak melahirkan resiko dan masalah, itu banyak diucapkan oleh mereka yang bergerak tanpa dasar aqidah, mereka hanya bergerak berdasar spontanitas insiden belaka, atau berdasar penokohan semu saja. Mereka itu melupakan tujuan awal mereka berjuang, bergeraknya mereka didorong oleh perasaan sesaat yang muncul saat ada event saja, lama kelamaan setelah event itu usai pasti semangat perjuangan itu akan usai pula. Berbeda dengan mereka yang bergerak berdasar aqidah, yang akan menggerakkan mereka dalam berjuang. Ini tidak ada kaitannya dengan perasaan sesaat dan spontanitas, karena aqidah akan melekat erat dalam kalbu mereka sehingga menggerakkan dan menuntun secara terus menerus dalam pergerakan yang suci. Tanpa pamrih dan ilusi belaka, karena ditopang oleh pondasi yang kokoh dan dibimbing langsung oleh Yang Maha Kuat, Allah swt.
Dalam perjuangan yang semu pasti akan ada banyak hambatan, hambatan itu biasanya berasal dari dalam anggota. Bisa dikarenakan urusan kepentingan pribadi dan maslahat belaka. Hal ini dikarenakan penggerak mereka diawal adalah perasaan spontanitas yang sesaat, tanpa adanya pengaturan yang baik dan terkelola. Tidak ada tujuan jelas akan dibawa kemana arah gerak mereka, itu hanya bisa dilihat oleh mereka yang jeli dalam memilah dan memonitoring dunia pergerakan. Berbeda dengan pergerakan yang berdasar aqidah, walaupun hambatan yang dilalui akan lebih besar dan berat dibanding pergerakan diatas, tetapi para penggeraknya tidak akan goyah sedikitpun bak karang yang diterjang ombak berkali-kali. Karena pondasi yang dibangun dari aqidah yang sangat kuat dan kokoh yang melahirkan pribadi yang menggunakan akalnya secara optimal dan sangat taat kepada Allah swt. Para pelaku pergerakan yang berdasar aqidah yang shoheh inilah yang akan memenangkan hati masyarakat luas. Pasalnya mereka bergerak berdasar apa-apa yang diperintahkan oleh Allah swt, yang hal itu memuaskan akal , sesuai fitrah manusia dan menentramkan hati. Walaupun gesekan-gesekan awal saat bergerak berdasarkan aqidah shoheh ini ada, namun itu akan bisa disterilkan dengan sendirinya sejalan dengan pahamnya masyarakat yang menyerap nilai-nilai dari aqidah shoheh itu sendiri. Jadi, jika pola pikirnya yang sudah berubah ke arah yang lebih baik, lebih taat kepada Allah swt, maka bergeraknya mereka yang berdasarkan aqidah tentu akan sesuai peraturan Allah swt dan jika mereka menyimpang pasti akan resah dan susah, dan akan segera mencari jalan kembali kepada Al-haq.

readmore »»  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Islam adalah agama yang sempurna.

Kita sama-sama menyadari hal itu. Bahwa risalah islam diturunkan untuk menjadi Rahmat bagi seluruh alam. Artinya islam diturunkan untuk mengayomi seluruh alam, baik manusia, hewan, tunbuhan dan segala yang ada di dunia ini. Umat manusia itu artinya tidak hanya umat slam saja namun umat yang lain.
Namun perlu ditegaskan disini, bahwa islam akan benar-benar menjadi rahmat bagi seluruh alam manakala islam itu diterapkan dalam kehdupan. Yaitu, saat syariat islam itu menjadi pijakan manusia dalam menjalani hidup di dunia. Menjadikan Allah dan Rasul itu sebagai pegangan hidup. Patuh dan tunduk dengan apa yang Allah perintahkan dan apa yang Rasul bawa dan larang. Maka, bukan islam jika hanya diterapkan sebagian. Bukan islam jika hanya sebagai slogan saja. Dan bukan islam jika hanya seperti prasmanan, yakni diambil seenaknya saja. Yang disukai diambil dan yang tdak disukai ditinggalkan.
Saat ini, semua itu telah terjadi. Bahwa Rasul memimpi Madinah sampai Khilafah terakhir di turki, sepanjang itu pula yang diterapkan ialah hukum islam, bukan hukum selain islam. Hanya dimasa sekarang inilah hukum islam diganti dengan hukum penjajah. Aturannya bersandar pada hawa nafsu manusia, baik buruknya juga ditentukan oleh akal manusia, dan Pencipta dianggap tidak berhak mengatur kehidupan manusia.
Akibatnya, kehdupan saat ini ibarat tanaman yang dibonsai. Artinya, Islam hanya diterapkan dalam ranah individu saja, dalam ibadah ritual. Dalam pemerintahan hukum islam dipangkas habis. Sama seperti bunga dibonsai. Yakni bunga itu hanya boleh tumbuh sesuai kehendak pemiliknya saja, jika melebihi maka akan segera dipotong. Islam saat ini seperti itu. Jika ada spirit islam yang itu mengarah pada ranah politik maka segera dibonsai. Dicap negatif, teroris dan radikal. Padahal mereka yang memberi cap teroris , radikal itu tak pernah tau dan paham apa arti dari kata tersebut. Negarapun tak pernah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk melindungi rakyatnya. Saat ini rakyat dibiarkan bertarung untuk bertahan hidup. Sungguh sudah sangat parah kerusakan yang terjadi, akibat kita meninggalkan aturan hidup dari Sang Pencipta.

Oleh karena itu, sudah saatnya kita bergegas kembali pada Allah. Artinya, kita harus bertaubat. Untuk sesegera mungkin meninggalkan kemaksiatan (menerapkan hukum selain islam ) menuju penerapan hukum islam secara total. Yakinlah jika hukun Allah diterapkan pastilah rahmat Allah akan tercurah dari langit dan bumi.
readmore »»  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

antara FA dan WA

Berbicara tentang masalah tawakkal, ada sebuah pertanyaan klasik yang sering ditanyakan. Antara berusaha dan tawakkal. Kira-kira yang mana yang dilakukan terlebih dahulu?

Kalau anda yang ditanya demikian, kira-kira apa jawaban anda?

Jawabannya bisa beragam, namun kebanyakan orang menjawab bahwa kita harus berusaha dahulu baru kemudian bertawakkal, menyerahkan segala hasil usaha kita itu kepada Allah. Dan memang begitulah mainstream pemikiran masyarakat kita tentang tawakkal selama ini.

Namun benarkah demikian?

Untuk menjawabnya, mari kita kembalikan kepada hadits Rasulullah.

Ada sebuah hadits yang sangat populer di kalangan kaum muslimin, yang menuturkan antara berusaha dan tawakkal ini. Saya yakin, anda pun pernah mendengarnya.

Suatu ketika ada orang Baduy yang datang kepada Rasulullah dengan untanya. Dia datang kepada Nabi dan bertanya kepada beliau saw:

"Apakah unta itu dibiarkan saja depan pintu seraya bertawakkal kepada Allah? Ataukah harus diikat dahulu supaya tidak hilang?"

Beliau saw. menjawab: "Ikatlah dan bertawakkal (kepada Allah)"

Haidts ini di kemudian hari menjadi pembenaran pemahaman sebagian umat Islam, bahwa urutan yang benar adalah berusaha dahulu baru bertawakkal.

Baiklah, mari kita perhatikan kembali hadits di atas. Bunyinya adalah:

"Ikatlah dan bertawakkal (kepada Allah)." Perhatikan antara kata 'ikatlah' yang menunjukkan usaha dan 'bertawakkal' diapit oleh kata 'dan'. Bukan 'lalu', atau 'kemudian'. Dalam versi bahasa aslinya, kata yang mengapit ikatlah dan tawakkal adalah huruf 'waw' bukan 'fa'.

Akan menjadi berbeda, bila yang dipakai adalah huruf fa. Apabila 'fa' yang dipakai maka jelas menunjukkan urutan pekerjaan. Namun bila yang dipakai 'waw' dan bukan dalam bentuk 'waw tartib' yang menunjukkan urutan, maka sesungguhnya menjadi jelas. Bahwa tidak ada yang saling mendahului antara usaha dan tawakkal. Keduanya dilaksanakan dalam waktu bersamaan.

Pertanyaan yang bisa jadi kemudian muncul dibenak anda. Apa pentingnya membahas hal ini?

Jawaban dari saya, justru ini adalah kunci utamanya. Akan sangat berbeda antara orang yang memahami usaha dahulu baru bertawakkal kepada Allah dengan orang yang memahami bahwa usaha dan tawakkal mesti dilaksanakan secara bersamaan.

Bagi golongan pertama yang berusaha dulu baru bertawakkal. Pada saat sedang berusaha berarti dia sedang tidak bertawakkal. Tawakkal baru muncul kemudian, setelah usahanya selesai. Perhatikan, dia menganggap Allah tidak berperan saat dia melakukan usahanya. Menurut dia, peran Allah baru dimulai setelah usahanya selesai.

Sedangkan bagi golongan kedua, yang meyakini usaha dilakukan bersamaan dengan tawakkal. Dia telah menyerahkan segala masalahnya sejak awal dia mulai berusaha. Dia menganggap Allah berperan sejak dia memulai usaha, dan dia yakin Allah akan selalu menolongnya dalam usahanya.

Sangat berbeda bukan? Bagi golongan pertama peranan Allah hampir mirip seperti peranan seorang guru saat mengoreksi ujian muridnya. Murid kerjakan terlebih dahulu. Hasil khir di tangan sang guru. Sedangkan bag golongan kedua, peranan Allah begitu besar. Dia membersamai kita dalam setiap mili aktivitas kita.

Ada perbedaan lain lagi. Bagi golongan pertama yang meyakini berusaha dulu kemudian bertawakkal, maka seakan ada titik akhir dari usahanya. Ada titik dimana dia harus menghentikan perjuangannya. Sehingga suatu waktu dia akan mengatakan seperti ini. "Ah sudahlah. Aku sudah berusaha sekuat tenaga. Sekarang tinggal menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah."

Namun, bagi golongan kedua. Karena mereka menganggap usaha dan tawakkal dilakukan bersamaan, maka    mereka menganggap tidak ada titik akhir dalam usaha atau perjuangan. Perjuangan hanya akan berakhir bila ajal menjemput. Bila belum, tidak ada yang bisa menghentikannya.

Lihatlah begitu berbedanya. Inilah sesungguhnya pemahaman yang membuat generasi Islam terdahulu begitu bersemangat dalam menggapai mimpi-mimpinya. Mereka pantang menyerah dan tidak mengenal putus asa. Wajar, bila kemudian cahaya Islam begitu gemilang pada masa-masa mereka.

Uusikum wa nafsi bitaqwallah, faqod faazal muttaquun
readmore »»  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pelajaran Hari Ini : *Ambil Kesempatan


Tok! Tok!
“Ya, siapa di sana?”“Ini Saya, kesempatan.”“Nggak usah ngibul deh. Kesempatan tidak pernah mengetuk dua kali.”(Norman Dale)

Jangan pernah membiarkan sebuah kesempatan datang dan berlalu begitu saja. Bersiaplah dengan mata terjaga terhadap setiap kesempatan yang datang pada anda. Kemudian raih dan peluklah kesempatan tersebut.

” The secret of success is to be ready when your opportunity comes.” Begitu nasehat dari Benjamin Disraeli.

Suatu ketika saat di kelas tiga SMA saya diminta menjadi pembicara di sebuah seminar. Ini akan menjadi kali pertama saya tampil sebagai pembicara, pikir saya. Betapa terkejutnya saya kemudian, ternyata peserta bukan hanya dari kalangan SMA, namun juga mahasiswa dan umum. Satu hal yang terpikir saat itu di kepala saya…. kesempatan tak akan datang dua kali. Ambil! Malu, urusan belakangan.

Atau di kali lain, saat salah seorang kawan menelepon meminta saya untuk menggantikan pembicara yang berhalangan di sebuah seminar bertajuk tentang sastra. Tak nyambung, mahasiswa kedokteran berbicara mengenai sastra. Siapa pesertanya? Lebih mengejutkan. Pesertanya adalah mahasiswa jurusan bahasa dan sastra lengkap dengan dosennya. Apa jawab saya kala itu? Setuju! Saya insya Allah siap!

Sekarang bagaimana bila sebaliknya begini…. anda ingin mendapatkan sesuatu sementara kesempatan tak kunjung datang.. jawabnya adalah: berusahalah menciptakan kesempatan itu!
Saya sangat ingin menjadi seorang trainer atau motivator. Saya sudah mencoba belajar bagaimana caranya menjadi seorang motivator yang baik, teknik persuasi, mengumpulkan bahan, membuat power point bertajuk motivasi dan lain sebagainya. Sayangnya kesempatan itu tak kunjung datang.

Saya bukan seorang penunggu yang baik. Maka akhirnya, dengan tanpa malu-malu saya melakukan hal yang sebaliknya. Saya menawarkan diri kemana-mana untuk mengisi acara training motivasi… tidak perlu dibayar, sebaliknya kalau perlu saya membayar untuk bisa mengisi training motivasi tersebut.

Karakter kedua dari kesempatan. Kesempatan jangan ditunggu, dia harus dicari… kalau tidak ketemu anda yang harus menciptakannya. Persis seperti kata Charles Buxton:
“You will never find time for anything. You must make it."

Salam dan Terus Semangat!!

************
“Sampaikanlah walaupun hanya satu ayat”
readmore »»  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Fathimah Az-Zahra'

betapa mulianya Fathimah
karena dalam dirinya terbit dari tiga arah
Putri siapakah dia; istri siapakah dia; dan ibu siapakah dia?
tidak ada yang lebih mendekati kemuliaan ayahnya
selain dirinya
dia adalah putri kesayangan sang makhluk pilihan
dan sang penebar hidayah bagi mereka yang menghendakinya
ayahnya adalah rahmat bagi seluruh alam
dan idola hidup di dunia
ayahnya telah membangkitkan jiwa-jiwa yang tertidur lelap
dengan kekuatan spiritualnya
seolah dia menghidupkan kembali
jiwa-jiwa yang tertidur setelah matinya
dengan memulai sejarah kehidupan baru
laiknya pengantin yang memulai kehidupan barunya
suami Fathimah
adalah orang yang disinggung dalam surat "Hal ataa"
dialah mahkota yang lebih cemerlang
daripada sinar mentari di waktu Dhuha
dialah sang pemberani yang berkat pertlongan Allah
mampu menyngkirkan segala kebatilan dan kedzaliman
dengan pedangnya
rumahnya adalah gubuk dan harta kekayaannya
adalah pedang yang selalu disandangnya
namun dalam keluarga Fathimah
tumbuh dua generasi cemerlang hasil didikan dirinya
yakni kedua anaknya
sang pemimpin para mujahid dan sang perekat persatuan umat
Fathimah adalah figur contoh bagi para ibu
dan teladan dalam segala kemuliaan hidup
Hasanlah yang mengembalikan persatuan umat
setelah sebelumnya mengalami perpecahan
Hasan pernah menyingkir dari pengikutnya
sedang Husain termasuk orang-orang yang shalih dan mulia
yang sangat bersih dan murah hati tabiatnya
readmore »»  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sahabatmu, Inspirasimu..


Setiap orang pasti butuh orang lain untuk bisa menjalani kehidupan. Seorang teman atau sahabat menjadi sosok yang sangat penting keberadaannya selain keluarga. Dia bisa menjadi tempat bagi kita untuk berbagi kesedihan atau suka, tangis atau tawa. Dia bisa menjadi partner untuk kita berbagi cerita, pengalaman, pendapat, hobi, benci, dan cinta.
Sahabat hadir sebagai cermin bagi kita, untuk berpikir dan merasa. Dia menjadi inspirasi bagi kita dalam bertindak dan berucap. Tapi, sayangnya gak semua orang bisa menjadi cermin yang layak bagi para sahabatnya mengaca. Gak semua orang bisa menjadi inspirasi yang baik, jadi teladan bagi para sohibnya.

Coba lihat deh, orang-orang yang terlibat kasus narkoba kan gak semuanya orang-orang yang punya masalah. Kayaknya harus direvisi deh kalo ada yang beranggapan kalo kebanyakn orang-orang yang junkie itu produk broken home, anak-anak yang gak cukup kasih saying ortu, lalu memilih drugs jadi pelarian. Banyak juga ternyata yang awalnya anak baik-baik, alim, baik hati, pemalu, dan gak sombong, ortu adem ayem,tapi terjerat drugs juga. Kok bisa ya?

Ada juga kasus seorang cewek yang akhirnya buka kerudung dan kembali mengumbar aurat. Padahal ortunya bahagia banget anak perempuannya bisa tampil cantik dengan ditemani ridho Illahi. Saudara-saudaranya walaupun gak semua secara lisan mendukung, paling gak diam, gak sampai nyela. Ortu mendukung. Saudara-saudara juga fine-fine aja, terus kenapa juga si cewek jadi nekad kembali umbar aurat??

Terus, masih inget kasus genk cewek Nero? Heboh dan bikin geger! Masa’ sih cewek, makhluk halus eh makhluk yang diciptakan Allah SWT. Dengan kehalusan rasa bisa tampil sangar ala bintang SamckDown?? Ngeri banget!! Bukan berarti cowok jadi boleh punya genk yang main kasar kayak gitu ya. Cowok memang diciptain Allah dengan kekuatan fisik lebih, tapi untuk perannya yang melindungi dan mengayomi bukan untuk main hantam. Nah, balik ke kasus Genk Nero. Gimana bisa cewek-cewek imut itu jadi kayak monster??

Fenomena lain nih yang paling banyak dijumpai adalah para remaja yang asyik dan santai merokok. Kayaknya enjoy gitu menghisab batang rokok yang sejatinya sumber penyakit! Gak mikir uang yang dibelikan rokok adalah hasil kerja banting tulang emak sama bapak. Gak mikir kalo tubuh-tubuh muda mereka yang segar itu mereka bikin rapuh. Bisa ya??

Para junkies, cewek yang membuka kerudung, cewek-cewek Genk Nero,dan para remaja yang addict rokok adalah sebagian kecil fenomena yang ada karena inspirasi persahabatan. Miris? Iya memang. Teman, sahabat, karib, best friends, atau apapun panggilan kita untuk seorang sahabat seharusnya kan bisa menjadi inspirasi kebaikan bukan keburukan, bukan kemaksiatan. Persahabatan itu seharusnya bisa menjadi salah satu pintu bagi cahaya hidayah Allah SWT. datang, bukan sebagai pintu bagi jalan kesesatan.

Sedih banget deh pastinya kalo kita punya sahabat kayak gitu. Awalnya kita enjoy punya seseorang yang kita anggap udah bisa kasih solusi, tapi ternyata malah bikin susah dunia-akhirat. Bikin kita nyesel. Penyesalan kan emang datangnya selalu belakangan. An-Nabthi seorang penyair pernah menulis:

“Waspadalah terhadap teman kesenangan
Anggaplah mereka musuh
Teman selagi ada kenikmatan
Saat kau lewat, tak mau mereka member salam”


Tips Bersahabat
Kenapa kita gak ambil langkah preventif? Kita pilah dengan cermat mana yang emang pantas dijadiin sahabat, baru ambil pilihan. Mau pilihannya valid? Pake donk standar yang juga valid, yang Al-Qur’an dan As-Sunnah. Mau tau gimana ciri-ciri orang yang layak dijadiin sahabat versi Al-Qur’an dan As-Sunnah? Nih dia!
1. Mencintai kita karena Allah
2. Mau saling mengunjungi karena Allah
3. Mau saling member karena Allah
4. Mau saling menasehati dan membantu dalam kebenaran
5. Selalu mendo’akan kita saat kita tidak bersamanya
6. Melindungi kehormatan kita, menutupi aib kita saat kita tidak bersamanya

Persahabatan itu saling memberi yang terbaik, bukan saling menuntut yang terbaik. Makanya, untuk punya sahabat yang mampu memberikan inspirasi di jalan kebenaran, kita kudu lebih dulu jadi sahabat yang inspiratif seperti itu. Kita harus mau berusaha untuk menjadikan diri kita sosok sahabat yang emang layak memberikan inspirasi yang mencerahkan.

Caranya?? Never ending learning to get never ending improvement. Belajar tentang apa? Ya, belajar tentang Islam. Islam sebagai jalan hidup bukan hanya Islam yang hanya label di KTP. Karena, dengan begitu kita sejatinya pun sedang belajar tentang hidup. Hidup yang indah sebagai anak dari ortu kita, sebagai murid dari guru-guru kita, dan sebagai sahabat dari teman-teman yang mencintai kita. Dengan begitu, Insya Allah kita bisa menjelmakan diri kita sebagai cermin yang bening yang bisa di andalkan sahabat-sahabat kita mengaca tentang diri mereka.

Rasulullah saw bersabda: “Seorang mukmin adalah cermin mukmin yang lain. Seorang mukmin adalah saudara mukmin yang lain, dimana saja dia bertemu dengannya, ia akan mencegah tindakan yang mencemari kehormatan saudaranya, dan akan melindunginya dari baliknya.” (HR Abu Dawud dan al-Bukhari, dengan isnad hasan dari Abu Hurairah)

Sulit? Berat? Pasti. Namanya juga jalan ke surga, mana ada yang gampang. Apalagi ke surge pengennya sama-sama, harus mau usaha lebih donk ya. Segala yang indah, termasuk persahabatan yang menginspirasi kebajikan, itu perlu diperjuangkan, dude! Perjuangan yang gak bakal sia-sia, karena balasannya surga. Indah!
readmore »»  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

MENJADI MUTIARA

Muslimah adalah anugerah
dia lembut tapi tidak lemah
dia berwibawa tapi tetap bersahaja
dia senantiasa menjaga kemuliannya
itulah yang membuatnya berharga


ukhti,….kamu telah dinobatkan sebagai perhiasan dunia. Karenanya kamu dititipi banyak anugerah. Sebagai wanita, kamu memiliki banyak kelebihan. Kamu mampu menjadi hadiahNya yang terindah, jika kamu mampu menjaga amanahmu atas banyak keelebihan yang dititipkanNya kepadamu. Turutilah perintahNya, jauhilah laranganNya dan hiasilah dirimu dengan rasa malu. Maka Alloh akan menyayangimu dan membuatmu cantik dihadapanNya

bahkan jika hatimu lemah sekalipun , hiasilah dirimu selalu dengan bertaqarrub kepadaNya dan percayalah…. Seorang imam akan menjadianmu mutiara yang bersinar di hatinay. Dia akan menantikanmu dengan setia hingga usai masa ujianmu.

Dia yang menunggu kedewasaan dan kematanganmu dengan sabar hingga detik ini. Dia yang akan selalu memuji setiap prestasi yang mampu kamu raih&mendukung setiap jengkal perjuanganmu. Dia yang selama ini menundukkan pandangan dan perasaannya terhadap kemaksiatan, akan tunduk pada kecantikanyang selama ini kau jaga dengan kehati-hatian. Dia akan begitu menghargai kecerdasanmu dan dialah orang yang paling mendambakan cinta kasih penuh kelembutan darimu.

Maka…….. jadikanlah dirimu mutiara yang disayangi oleh penciptamu dan bahkan didambakan oleh setiap imam di dunia.
Wallohua’lam bi asshowab

Ditulis bagimu ukhti
Sang bidadari pejuang islam



Nasib hujan membasahi, Bumi yang meresapi.
Hakekat siswa belajar, dan Guru mengajar.
Seperti semua yang terjadi
tak ada yang abadi.
ada awal ada akhir, ada hidup ada mati.


Sebalok kayu biasa
tlah kau rubah jadi indah dengan ukiran-ukiranya
Tak terhingga jasa pengukir itu.
kadang marah karena kayu itu keras dan susah di ukir

tapi ia tetap berusaha.
kelak kayu-kayu itu akan berpindah,
dia berharap kelak kayu-kayunya dapat terjual mahal.
readmore »»  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS