Berbicara tentang masalah tawakkal, ada sebuah pertanyaan klasik yang sering ditanyakan. Antara berusaha dan tawakkal. Kira-kira yang mana yang dilakukan terlebih dahulu?
Kalau anda yang ditanya demikian, kira-kira apa jawaban anda?
Jawabannya bisa beragam, namun kebanyakan orang menjawab bahwa kita harus berusaha dahulu baru kemudian bertawakkal, menyerahkan segala hasil usaha kita itu kepada Allah. Dan memang begitulah mainstream pemikiran masyarakat kita tentang tawakkal selama ini.
Namun benarkah demikian?
Untuk menjawabnya, mari kita kembalikan kepada hadits Rasulullah.
Ada sebuah hadits yang sangat populer di kalangan kaum muslimin, yang menuturkan antara berusaha dan tawakkal ini. Saya yakin, anda pun pernah mendengarnya.
Suatu ketika ada orang Baduy yang datang kepada Rasulullah dengan untanya. Dia datang kepada Nabi dan bertanya kepada beliau saw:
"Apakah unta itu dibiarkan saja depan pintu seraya bertawakkal kepada Allah? Ataukah harus diikat dahulu supaya tidak hilang?"
Beliau saw. menjawab: "Ikatlah dan bertawakkal (kepada Allah)"
Haidts ini di kemudian hari menjadi pembenaran pemahaman sebagian umat Islam, bahwa urutan yang benar adalah berusaha dahulu baru bertawakkal.
Baiklah, mari kita perhatikan kembali hadits di atas. Bunyinya adalah:
"Ikatlah dan bertawakkal (kepada Allah)." Perhatikan antara kata 'ikatlah' yang menunjukkan usaha dan 'bertawakkal' diapit oleh kata 'dan'. Bukan 'lalu', atau 'kemudian'. Dalam versi bahasa aslinya, kata yang mengapit ikatlah dan tawakkal adalah huruf 'waw' bukan 'fa'.
Akan menjadi berbeda, bila yang dipakai adalah huruf fa. Apabila 'fa' yang dipakai maka jelas menunjukkan urutan pekerjaan. Namun bila yang dipakai 'waw' dan bukan dalam bentuk 'waw tartib' yang menunjukkan urutan, maka sesungguhnya menjadi jelas. Bahwa tidak ada yang saling mendahului antara usaha dan tawakkal. Keduanya dilaksanakan dalam waktu bersamaan.
Pertanyaan yang bisa jadi kemudian muncul dibenak anda. Apa pentingnya membahas hal ini?
Jawaban dari saya, justru ini adalah kunci utamanya. Akan sangat berbeda antara orang yang memahami usaha dahulu baru bertawakkal kepada Allah dengan orang yang memahami bahwa usaha dan tawakkal mesti dilaksanakan secara bersamaan.
Bagi golongan pertama yang berusaha dulu baru bertawakkal. Pada saat sedang berusaha berarti dia sedang tidak bertawakkal. Tawakkal baru muncul kemudian, setelah usahanya selesai. Perhatikan, dia menganggap Allah tidak berperan saat dia melakukan usahanya. Menurut dia, peran Allah baru dimulai setelah usahanya selesai.
Sedangkan bagi golongan kedua, yang meyakini usaha dilakukan bersamaan dengan tawakkal. Dia telah menyerahkan segala masalahnya sejak awal dia mulai berusaha. Dia menganggap Allah berperan sejak dia memulai usaha, dan dia yakin Allah akan selalu menolongnya dalam usahanya.
Sangat berbeda bukan? Bagi golongan pertama peranan Allah hampir mirip seperti peranan seorang guru saat mengoreksi ujian muridnya. Murid kerjakan terlebih dahulu. Hasil khir di tangan sang guru. Sedangkan bag golongan kedua, peranan Allah begitu besar. Dia membersamai kita dalam setiap mili aktivitas kita.
Ada perbedaan lain lagi. Bagi golongan pertama yang meyakini berusaha dulu kemudian bertawakkal, maka seakan ada titik akhir dari usahanya. Ada titik dimana dia harus menghentikan perjuangannya. Sehingga suatu waktu dia akan mengatakan seperti ini. "Ah sudahlah. Aku sudah berusaha sekuat tenaga. Sekarang tinggal menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah."
Namun, bagi golongan kedua. Karena mereka menganggap usaha dan tawakkal dilakukan bersamaan, maka mereka menganggap tidak ada titik akhir dalam usaha atau perjuangan. Perjuangan hanya akan berakhir bila ajal menjemput. Bila belum, tidak ada yang bisa menghentikannya.
Lihatlah begitu berbedanya. Inilah sesungguhnya pemahaman yang membuat generasi Islam terdahulu begitu bersemangat dalam menggapai mimpi-mimpinya. Mereka pantang menyerah dan tidak mengenal putus asa. Wajar, bila kemudian cahaya Islam begitu gemilang pada masa-masa mereka.
Uusikum wa nafsi bitaqwallah, faqod faazal muttaquun






0 komentar:
Posting Komentar